Friday, December 5, 2014

Perbandingan Pengukuran GPS Metode Jaringan dengan Metode Radial


Teknik pengamatan GPS merupakan teknik yang banyak digunakan dalam penentuan posisi titik atau jaringan titik kerangka dasar pemetaan nasional. Metoda pengamatan GPS yang lazim digunakan adalah metoda diferensial. Pada metoda ini pengamatan dilakukan dalam fungsi baseline (dua buah alat GPS dipasang bersamaan, yang satu bertindak sebagai referensi dan satunya lagi sebagai rover). Gabungan be berapa baseline kemudian membentuk jaring baseline. Jaring baseline terbentuk ketika kita ingin menentukan titik kontrol yang jumlahnya lebih dari satu. Kemudian pada jaring baseline kita akan mengenal desain atau metoda jaring dan metoda radial.


No.
Metode Jaringan
Metode radial
1.
10 baseline bebas
4 baseline bebas
2.
Geometri untuk penentuan posisi relatif lebih kuat
Geometri untuk penentuan posisi relatif lebih lemah
3.
Ketelitian posisi yang diperoleh relatif lebih tinggi
Ketelitian posisi yang diperoleh relatif lebih lemah
4.
Waktu pengumpulan dan pengolahan data relatif lebih akan lebih lambat
Waktu pengumpulan dan pengolahan data relatif lebih akan lebih cepat
5.
Jumlah receiver dan atau sesi pengamatan yang diperlukan relatif lebih banyak
Jumlah receiver dan atau sesi pengamatan yang diperlukan relatif lebih sedikit
6.
Biaya untuk logistik, trasportasi dan akomodasi relatif akan lebih mahal
Biaya untuk logistik, trasportasi dan akomodasi relatif akan lebih murah
7.
Kontrol kualitas relatif lebih baik
Kontrol kualitas relatif lebih lemah

Berikut saya coba bandingkan contoh hasil pengolahan data GPS dengan metode jaringan dan metode radial dengan software Toopcon Tools 8.2 :
1. Metode Jaringan

Dari pengukuran Survei GPS menggunakan metode jaring diperoleh hasil sebagai berikut :
Name
Control
X (m)
Y (m)
 Z (m)
Base
Both
9223598.273
435999.07
131.946
Log0413a_DM2O
None
9231525.421
435844.969
26.744
Log0413a_Q874
None
9230233.449
433336.009
27.874

2. Metode Radial

Dari pengukuran menggunakan metode radial diperoleh hasil sebagai berikut :
Name
Control
X (m)
Y (m)
 Z (m)
Base
Both
9223598.273
435999.07
131.946
Log0413a_DM2O
None
9231525.424
435844.972
26.728
Log0413a_Q874
None
9230233.444
433336.013
27.861

3. Perbandingan Koordinat teratakan
- Perbandingan Koordinat Northing (x) teratakan
Point
N Jaring
N Radial
Selisih
Base
435999.07
435999.07
0.000
Log0413a_DM2O
435844.969
435844.972
-0.003
Log0413a_Q874
433336.009
433336.013
-0.004

- Perbandingan Koordinat Easting (y) teratakan
Point
E Jaring
E Radial
Selisih
Base
9223598.273
9223598.273
0.000
Log0413a_DM2O
9231525.421
9231525.424
-0.003
Log0413a_Q874
9230233.449
9230233.444
0.005

- Perbandingan Elevasi (z) teratakan
Point
Z Jaring
Z Radial
Selisih
Base
131.946
131.946
0.000
Log0413a_DM2O
26.744
26.728
0.016
Log0413a_Q874
27.874
27.861
0.013

- Analisa Perbandingan Koordinat teratakan
Berdasarkan data hasil koordinat teratakan, dapat diketahui bahwa antara metode jaringan dan metode radial terdapat selisih nilai koordinat. Hal ini disebabkan karena pada metode jaringan, koordinat berasal dari perataan kesalahan seluruh baseline yang menggunakan jarakbaseline sebagai pembobotannya. Hal ini berbeda dengan metode radial, koordinat hasil metode radial berasal dari posisi relatif terhadap satu titik sebagai base. Sehingga perataan kesalahan hanya pada baseline yang terhubung dengan titik sebagai base dan tidak dapat diratakan kesalahannya terhadap keseluruhan baseline. Pengolahan data di atas menggunakan dongle, sehingga data yang diperoleh mempunyai nilai akurat yang tinggi dan baik.

"Semoga Bermanfaat"

2 comments:

Post a Comment