Monday, May 5, 2014

Peta Kawasan Bendungan Jatibarang Kota Semarang

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meresmikan waduk Jatibarang Semarang dengan simbolis melakukan pengisian awal atau impounding di Waduk Jatibarang dan Memperingati Hari Air Dunia XXII di Waduk Jatibarang Semarang, Senin (5/5/2014). Sebelum pembangunan waduk yang terletak di Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati itu dimulai, dilakukan pengalihan aliran sungai kreo sehingga lokasi di Pembangunan Bendungan terbebas dari genangan air sungai. Pengalihan dilakukan dengan membuat terwongan pengelak (Diverdion tunnel) sepanjang 421 meter dengan diameter 5,6 meter di mana konstruksi dimulai tahun 2010 dan selesai 2011, setelah itu dibuat bendungan pengelak (coffer dam) sehingga air masuk ke dalam terowong.
Setelah lokasi bendungan bebas dari aliran air sungai, pembangunan mulai dilakukan bulan Agustus 2011 lalu dan selesai bulan Desember 2013. Berikutnya dilakukan penutupan terowongan pengelak jika bendungan dan bangunan pelengkap selesai.
 

(Angling Adhitya Purbaya)
 (View Dari Bendungan)

 (View Dari Jembatan Goa Kreo)

Kebetulan kemarin baru maen-maen kesitu, yaudah bikin aja postingnya. Pada postingan ini bukan saya akan membahas desain kontruksi dari bendungan Waduk Jatibarang . Karena memang saya bukan anak teknik sipil. Saya hanya berbagi sedikit informasi yang berhubungan dengan ilmu saya di bidang geodesi, yaitu pemetaan kawasan dan SIG.

 
Peta Situasi Bendungan Waduk Jatibarang Kota Semarang :
 

 
Musibah banjir yang sering terjadi belakangan ini merupakan tantangan bagi kota-kota besar di Indonesia. Salah satunya adalah Kota Semarang yang dialiri beberapa sungai besar merupakan wilayah yang rawan terkena banjir. Salah satu penyebab banjir adalah meluapnya air dari sungai pada waktu musim hujan yang menyebabkan daerah disekitar sungai tergenang, seperti banjir bandang yang pernah terjadi di Kota Semarang akibat meluapnya Sungai Garang yang terjadi pada Januari 1990. Sebagai upaya untuk melakukan pencegahan terhadap banjir kedepan serta upaya pengendalian daya rusak air yang diamanahkan oleh UU No. 7 tahun 2004, Pemerintah Kota Semarang menyetujui rencana pembangunan Waduk Jatibarang, yang proses pembangunannya sampai sekarang ini sudah selesai. Pembangunan waduk tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi bencana banjir. Waduk tersebut digunakan untuk mengatur debit air yang keluar menuju Sungai Sungai Banjir Kanal Barat sehingga diharapkan mampu untuk mencegah terjadinya banjir.

 ( Genangan Rob yang terjadi di Jalan Lingkar Utara Kota Semarang )

 (Kejadian banjir Sungai Beringin di Pantura ( Kendal - Semarang) Semarang Barat)

  Pembangunan Waduk Jatibarang meliputi lokasi tempat dimana waduk dibangun (dam axis), areal genangan, sabuk hijau (green belt) dan jalan penghubung (access road) yang terletak di 4 (empat) kelurahan dalam 2 (dua) kecamatan sebagai berikut:
1. Kelurahan Kedungpane : Kecamatan Mijen
2. Kelurahan Jatibarang : Kecamatan Mijen
3. Kelurahan Kandri : Kecamatan Gunungpati
4. Kelurahan Jatirejo : Kecamatan Gunungpati.
Dalam areal waduk khususnya di Kelurahan Kandri terdapat kawasan wisata “Goa Kreo”. Berdasarkan perhitungan para staff ahli genangan tertinggi tidak akan menggenangi objek utama kawasan wisata ini. 28 Sungai utama yang dibendung untuk keperluan Waduk Jatibarang adalah Kali Kreo. Waduk (dam axiz) membendung Kali Kreo di Dusun Talun Kacang, Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati atau tepatnya disebelah utara lokasi wisata Goa Kreo.

 (Master Plan Bendungan Waduk Jatibarang)
 

 (Master Plan Bendungan Waduk Jatibarang)

View Bendungan Waduk Jatibarang Dari Google Earth

Berdasarkan masterplan rencana pembangunan Waduk Jatibarang, tujuan pembangunan Waduk Jatibarang adalah
1) mengurangi kerusakan akibat banjir di sepanjang Sungai Garang/Banjir Kanal Barat
2) mengembalikan potensi sumber air untuk memenuhi kebutuhan air baku, khususnya wilayah Semarang bagian barat
3) mengurangi kerusakan akibat intrusi, amblesan dan genangan air rob di sebagian Kota Semarang bagian bawah
4) memperbaiki kualitas lingkungan di sepanjang sungai dan daerah permukiman
5) meningkatkan kelestarian fungsi konservasi di daerah hulu Sungai Garang dan Sungai Kreo.
Berdasarkan analisis hidrologi yang dilakukan CTI Engineering International Co., Ltd (konsultan yang menangani studi pembangunan Waduk Jatibarang) terkait dengan fungsi waduk sebagai pengendali banjir, dihasilkan bahwa dengan debit banjir rencana kala ulang 50 tahun, debit banjir di hilir Sungai Garang (Sungai Banjir Kanal Barat) adalah sebesar 970 m3/s pada kondisi tidak terdapat Waduk Jatibarang. Jika dibandingkan dengan debit banjir setelah terdapat Waduk Jatibarang, terjadi penurunan debit menjadi 740 m3/s. Secara matematis dapat diketahui seberapa besar kontribusi pembangunan Waduk Jatibarang tersebut dalam mengurangi debit banjir.
 

Peta Master Plan Drainase Kota Semarang

1 comments:

Post a Comment