Tuesday, August 12, 2014

Memasang BM (Bench Mark) dan CP (Control Point)

(Foto Contoh BM)

Benchmark adalah titik yang telah mempunyai koordinat fixed, dan direpresentasikan dalam bentuk monumen/patok di lapangan. Benchmark memiliki fungsi penting pada kegiatan survey, yaitu sebagai titik ikat yang mereferensikan posisi obyek pada suatu sistem koordinat global.
Untuk mendukung efisiensi dalam pengelolaan suatu area situasi, maka keberadaan benchmark sangat bermanfaat untuk :

1. Untuk memastikan bahwa area situasi pengukuran berada dalam wilayah konsesi yang diijinkan oleh Pemerintah.

2. Mengintegrasikan area-area situasi pengukuran yang terpisah ke dalam satu sistem koordinat global.

3. Efektifitas dan efisiensi kegiatan penambangan, dari tahap eksplorasi hingga tahap reklamasi.

4. Dalam melakukan pengukuran benchmark, kami menggunakan metode penentuan posisi dengan teknologi Global Positioning System (GPS) yang memiliki akurasi sampai dengan level subcentimeter. Selain metode pengukuran yang tepat, desain persebaran titik-titiknya juga Kami perhatikan, karena hal tersebut sangat berpengaruh pada hasil survey secara keseluruhan.

5. Pembuatan desain persebaran titik-titik benchmark yang paling sesuai dengan area situasi, merupakan bagian dari layanan Kami kepada konsumen. Dengan desain tersebut, maka pekerjaan-pekerjaan survey selanjutnya akan lebih efisien.

(Foto Pemasangan BM)

 (Foto Membuat CP atau Control Point)

Penjelasan Pemasangan Bench Mark (BM)
1. Sebelum dilakukan pengukuran, dilakukan pemasangan patok sebagai sarana penyimpan informasi koordinat hasil pengukuran.

2. Monument pengukuran jalan dan jembatan berupa bench mark (BM), patok CP (concrete point) dan patok kayu pengukuran.

3. Bench mark (BM) di pasang di sepanjang ruas jalan yang di ukur pada setiap interval jarak  ± 1 KM.

4. Di setiap pemasangan BM harus disertai pemasangan patok CP sebagai pasangan untuk mendapatkan azimuth pada pekerjaan stake_out tahap pelaksanaan.

5. Pemasangan BM untuk jalan exsisting sebaiknya di pasang di kiri jalan dan CP di kanan jalan searah dengan jalur pengukuran dengan posisi saling tampak satu sama lain.

6. Pemasangan patok kayu di lakukan di setiap interval 50 m pada jalur yang lurus dan datar serta setiap 25 m pada jalur yang berbelok / perbukitan pada sisi jalan yang sama.

7. Pada daerah tertentu yang tidak bisa di pasang patok kayu bisa dig anti dengan pemasangan paku payung dengan di tandai cat sekitarnya dan di beri nomor sesuai urutannya.

8. Untuk memudahkan pencarian patok, sebaiknya pada daerah sekitarnya di beri tanda khusus.


Letak BM (DaerahTerbuka dan Mudah tetlihat)

####SEMOGA BERMANFAAT####

1 comments:

Post a Comment