Wednesday, October 1, 2014

Menggunakan Macam-Macam Tool Overlay di ArcGIS 10

Overlay merupakan proses penyatuan data dari lapisan layer yang berbeda. Secara sederhana overlay disebut sebagai operasi visual yang membutuhkan lebih dari satu layer untuk digabungkan secara fisik.


Mungkin materi ini terlihat sepele namun mungkin untuk orang yang masih awam menggunakan ArcGIS seperti saya, tentu belum mengetahui beberapa fungsi yang sebenarnya telah ada di toolbox ArcGIS. Berikut contohnya, saya memang sudah sering menggunakan jenis analisis overlay namun yang biasa saya gunakan hanyalah overlay jenis union saja. Nahhh karena penasaran juga masing masing fungsinya juga, saya akan coba menggunakan fasilitas tersebut masing-masing.

 Pemahaman bahwa overlay peta (minimal 2 peta) harus menghasilkan peta baru adalah hal mutlak. Dalam bahasa teknis harus ada poligon yang terbentuk dari 2 peta yang di-overlay. Jika dilihat data atributnya, maka akan terdiri dari informasi peta pembentukya. Misalkan Peta Lereng dan Peta Curah Hujan, maka di peta barunya akan menghasilkan poligon baru berisi atribut lereng dan curah hujan.


Teknik yang digunaan untuk overlay peta dalam SIG ada 2 yakni union dan intersect. Jika dianalogikan dengan bahasa Matematika, maka union adalah gabungan, intersect adalah irisan. Hati-hati menggunakan union dengan maksud overlay antara peta penduduk dan ketinggian. Secara teknik bisa dilakukan, tetapi secara konsep overlay tidak.

Ada beberapa fasilitas yang dapat digunakan pada overlay di ArcGIS versi 10 untuk menggabungkan atau melapiskan dua peta dari satu daerah yang sama namun beda atributnya yaitu : 

1. Erase
Tool Erase digunakan untuk melakukan analisis overlay pada kelas feature dengan menghapus kelas feature yang tumpang tindih pada peta. Jenis tool ini lebih mirip seperti proses clips. Poligon yan Fitur yang bertepatan dengan Erase Fitur poligon akan dihapus.


saya mencoba menggunakan tool ini dengan input peta kelerengan dan sebagai erase feature adalah daerah perairan / waduk


hasil erase :



2. Identity
Tool Identity digunakan untuk melakukan analisis overlay pada kelas fitur. Tool ini menggabungkan bagian-bagian dari fitur yang tumpang tindih fitur identitas untuk menciptakan sebuah kelas fitur baru .


saya mencoba menggunakan tool ini dengan input peta Kabupaten Boyolali dan sebagai identity feature adalah daerah perairan / waduk


hasil Identity :



3. Intersect
Intersect Tool yang digunakan untuk melakukan analisis overlay pada kelas fitur. Alat ini membangun kelas fitur baru dari berpotongan fitur umum di kedua kelas fitur .



saya mencoba menggunakan tool ini dengan input peta kecamatan kab. Boyolali dan sebagai intersect feature adalah peta permukiman Boyolali


hasil Intersect :



4. Spatial Join
Spatial Join Tool yang digunakan untuk menggabungkan bermacam-macam data spasial yang mempunyai kelas yang sama (satu wilayah atau satu kategori tertentu)


MASIH DALAM PROSES MEMAHAMI FUNGSINYA


5. Symmetrical deference
Symmetrical deference Tool digunakan untuk melakukan analisis overlay pada kelas fitur . Alat ini menciptakan kelas fitur dari fitur-fitur atau bagian dari fitur yang tidak umum untuk salah satu masukan lainnya .



saya mencoba menggunakan tool ini dengan input 

hasil Symmetrical deference :

6. Union
Union Tool  digunakan untuk melakukan analisis overlay pada kelas fitur . Alat ini membangun kelas fitur baru dengan menggabungkan fitur dan atribut dari masing-masing kelas fitur .


saya mencoba menggunakan tool ini dengan input 

hasil Symmetrical Union:

7. Update
Update Tool digunakan untuk melakukan analisis overlay pada kelas fitur . Alat ini update atribut dan geometri kelas fitur input atau lapis demi kelas fitur update atau lapisan yang mereka tumpang tindih .



saya mencoba menggunakan tool ini dengan input

hasil Update :

#### MAAF SIBUK BELUM SEMPET LANJUTIN ####

3 comments:

Post a Comment