Thursday, July 17, 2014

Raih Hidup dengan Belajar Ilmu Hikmah

Sangat rahasia...!! :)

Teknik atau metode atau ilmu meredam segala bentuk ujian baik kekurangan, kegagalan, kesedihan, kesulitan dan lain sebagainya menjadi perasaan yang biasa saja. Bahkan menyambut segala bentuk ujian tersebut dengan senyuman dan ucapan syukur..

Mengapa bisa demikian...?? Apakah setengah gila..?? Jelas tidak

Karena yakin dengan keyakinan diluar imaginasi bahwa segala bentuk ujian tersebut adalah persiapan awal bagi sebuah kesuksesan dan kebahagiaan. Inilah rasa sejati yang sangat berdaya dan powerfull yang wajib anda raih dan aktifkan..

Masih bingung? Simak penjelasannya disini

Ketahuilah … Allah Taala akan menguji setiap hamba-Nya dengan berbagai musibah, dengan berbagai hal yang tidak mereka sukai, juga Allah akan menguji mereka dengan musuh mereka dari orang-orang kafir dan orang-orang munafiq. Ini semua membutuhkan kesabaran, tidak putus asa dari rahmat Allah dan tetap konsisten dalam beragama. Hendaknya setiap orang tidak tergoyahkan dengan berbagai cobaan yang ada, tidak pasrah begitu saja terhadap cobaan tersebut, bahkan setiap hamba hendaklah tetap komitmen dalam agamanya. Hendaknya setiap hamba bersabar terhadap rasa capek yang mereka emban ketika berjalan dalam agama ini.

Sikap seperti di atas sangat berbeda dengan orang-orang yang ketika mendapat ujian merasa tidak sabar, marah, dan putus asa dari rahmat Allah. Sikap seperti ini malah akan membuat mereka mendapat musibah demi musibah.


Renungkanlah …

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Barang siapa yang ridho (terhadap ujian tersebut) maka baginya ridho Allah dan barang siapa yang marah (terhadap ujian tersebut) maka baginya murka-Nya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah At Tirmidzi berkata bahwa hadits ini Hasan Ghorib)

Dari Mush’ab bin Sa’id (seorang tabi’in) dari ayahnya berkata,

“Wahai Rasulullah, siapakah yang paling berat ujiannya?”

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka dia akan mendapat ujian begitu kuat. Apabila agamanya lemah, maka dia akan diuji sesuai dengan agamanya. Senantiasa seorang hamba akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR. Tirmidzi. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih)

Semoga kita yang sedang mendapat ujian atau musibah merenungkan hadits-hadits di atas. Sungguh ada sesuatu yang tidak kita ketahui di balik musibah tersebut. Maka bersabarlah dan berusahalah ridho dengan taqdir ilahi. Sesungguhnya para Nabi dan orang sholeh dahulu juga telah mendapatkan musibah sebagaimana yang kita peroleh. Lalu kenapa kita harus bersedih, mengeluh dan marah? Bahkan orang sholeh dahulu -sesuai dengan tingkatan keimanan mereka-, mereka malah memperoleh ujian lebih berat. Cobalah kita perhatikan perkataan ulama berikut.

Al Manawi mengatakan, “Barangsiapa yang menyangka bahwa apabila seorang hamba ditimpa ujian yang berat, itu adalah suatu kehinaan; maka sungguh akalnya telah hilang dan hatinya telah buta (tertutupi). Betapa banyak orang sholih (ulama besar) yang mendapatkan berbagai ujian yang menyulitkan. Tidakkah kita melihat mengenai kisah disembelihnya Nabi Allah Yahya bin Zakariya, terbunuhnya tiga Khulafa’ur Rosyidin, terbunuhnya Al Husain, Ibnu Zubair dan Ibnu Jabir. Begitu juga tidakkah kita perhatikan kisah Abu Hanifah yang dipenjara sehingga mati di dalam buih, Imam Malik yang dibuat telanjang kemudian dicambuk dan tangannya ditarik sehingga lepaslah bahunya, begitu juga kisah Imam Ahmad yang disiksa hingga pingsan dan kulitnya disayat dalam keadaan hidup. … Dan masih banyak kisah lainnya.” (Faidhul Qodhir Syarh Al Jami’ Ash Shogir, 1/518, Asy Syamilah)

Sungguh berat memang melalukannya, ketika kita sedang terkena musibah. Oleh karena itu kita mesti belajar untuk mendapatkan kehidupan bahagia dunia akhirat, kenenangan hati dan ketentraman jiwa.

Semoga kita termasuk orang-orang yang bersabar ketika menghadapi musibah, baik dengan hati lisan atau pun anggota badan. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang selalu ridho dengan taqdir-Mu.

Agar tidak hanya menjadi sebatas teori telah saya carikan kisah pengalaman nyata dari seseorang yang mengamalkan ilmu hikmah ini agar kita dan saya pribadi yang masih awam ini juga termotivasi dan tau pentingnya ilmu ini...

Syahdan, 20 tahun yang lalu hidup seorang remaja yang kecil, item, keriting :). Berasal dari keturunan orang susah yang menyebabkan mempunyai krisis kepercayaan diri yang akut. 15 tahun proses hidup berjalan apa yang sudah ia dapatkan?

- Pernah menjadi pedagang asongan, kuli truk, mengamen, anak jalanan dsb

- Bertahun-tahun mengalami kekurangan, bahkan makan hanya sekali sehari dengan apa adanya

- Sering mendapatkan hinaan, cibiran, penyepelean dsb

- Sering mendapatkan perlakuan yang keras dan kejam dalam kehidupan yang keras

- Pernah tidur di stasiun, emperan toko dsb

- Pernah digebugi puluhan orang dan nyaris dibabat parang,

- Dan penderitaan berkepanjangan selama puluhan tahun yang menyebabkan ia suka menyendiri, menangis, meratap dan menyalahkan segala sesuatu atas kesedihan yang bertumpuk-tumpuk. Kata Afgan, Sadiiisss :)

Sampai akhirnya ketika persis berada di lembah ujian tiba-tiba ada cahaya terang di atas kepalanya, dan terlihat seorang tua berbaju putih. Hehehe.. Memangnya sinetron.

Yang pasti ada sebuah saat dimana dia menemukan sebuah pencerahan. Hikmah yang teramat sangat dalam. Sebuah ilmu yang sangat berdaya. Dimana ia mendapat pencerahan?

Kemudian ia berdiri dengan tegak dan gagah. Menantang segala bentuk ujian lain yang datang silih berganti dengan perasaan biasa saja. Sampai kepada titik puncak dimana ia merindukan datangnya ujian dan kesulitan.

Ia merasa kangen karena ujian yang dahulunya suka mendatangi diri dan hidupnya saat ini jarang sekali datang. Dan ketika kesulitan / ujian itu datang maka wajahnya berseri-seri, bahagia... (Gila khan.. hehehe)

Dia tidak sedang stress tetapi telah memahami sebuah hikmah besar, karena ketika kesulitan datang, juga membawa kemudahan demi kemudahan sebagai hukum sebab akibat yang pasti adanya. Bukankah satu-satunya cara naik kelas hanya dengan lulus ujian? Dimanapun didunia ini seperti itulah adanya.

- Yang dahulunya kekurangan sekarang menjadi kecukupan

- Yang dahulunya penakut sekarang menjadi percaya diri

- Yang dahulunya seringkali mendapatkan hinaan sekarang hidup mulia

- Yang dahulunya merasa menderita sekarang berbahagia

- Karena dia telah menemukan sebuah rahasia besar. Satu-satunya cara menjadi pribadi sakti dengan cara menghadapi ujian dengan gagah berani. Agar lulus, agar layak, agar pantas.

Bagaimana caranya bisa begitu menakjubkan? Melalui bidang apa bisa meraih kesuksesan? Jawab: Cara/ bidang itu nomor duabelas. Nanti akan ketemu sendiri. Trust me...

Kemudian...!!!

Ternyata banyak sahabat lain yang merasakan hal yang sama. Makanya ia membuat sebuah blog sederhana sebagai sarana berbagi pengalaman, ilmu dan hikmah. Luar biasa sekali tanggapan pembaca. Setiap hari blog beliau dikunjungi 5000an orang dan terus bertambah dengan signifikan.


Gambar statistik blog www.adhinbusro.com

Siapa dia tokoh dalam kisah diatas.. beliau adalah Adhin Busro, Seorang pengusaha yang sekarang memiliki rumah, 3 motor, 4 mobil, 8 bisnis yang asetnya ratusan juta rupiah. Suatu keadaan diluar batas kewajaran. Mantan pedagang asongan menjadi orang sukses.Yang beberapa waktu lalu memilih merelaka untuk resign dari jabatannya seorang direktur perusahaan untuk menjadi ketua organisasi sosial yang mengharuskan banyak waktu untuk kegiatan sosial dan banyak menyumbang dll.

####SEMOGA BERMANFAAT####


0 comments:

Post a Comment